Adapun menurut Tjiptono dalam Rahman,(2012:20) menyatakan bahwa, Periklanan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keungulan, atau keunggulan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian.
Perusahaan atau pelaku bisnis melakukan periklanan untuk memberitahu orang-orang tentang keunggulan produk mereka, agar orang-orang yang telah menggunakan produk mereka akan tetap menggunakan, dan orang-orang yang belum menggunakan akan terbujuk untuk menggunakan produk mereka.
Tujuan Periklanan
Tujuan periklanan adalah mengkomunikasikan produk atau jasa kepada para calon konsumen sehingga terjalin hubungan antara produk dan calon konsumen yang ditargetkan. Tujuan periklanan berdasarkan tujuan utamanya dapat disimpulkan sebagai :
1. Tujuan menginformasikan
Menginformasikan calon konsumen segala tentang produk atau jasa yang diiklankan.
2. Tujuan membujuk
Komunikasi persuasif kepada calon konsumen agar membeli dan menggunakan produk atau jasa yang diiklankan.
3. Tujuan mengingatkan
Menjaga pelanggan agar tidak beralih kepada produk kompetitor. Membangun brand awareness dan memposisikan produk pada top of mind dari para konsumen.
Fungsi Periklanan
1. Memberikan informasi kepada konsumen tentang produk atau jasa yang.
Suatu iklan produk atau jasa berisi informasi penting
tentang produk yang diiklankan seperti kegunaan produk, keunggulan
produk, kualitas produk, dan lain sebagainya yang memang orang perlu
mengetahui tentang produk itu sendiri.
2. Memberikan efek positif kepada para konsumen terhadap suatu produk.
Iklan juga berfungsi memberikan efek positif bagi para
penontonnya, bisa dengan edukasi tentang perkembangan teknologi yang
berhubungan dengan produk itu sendiri, atau kegiatan positif yang
didukung oleh perusahaan pemilik produk yang diiklankan.
3. Mempengaruhi dan menggerakan orang untuk berusaha memiliki dan mau menggunakan produk atau jasa yang diiklankan.
Ini adalah fungsi paling mendasar sekaligus utama dalam periklanan, jika iklan tidak mempengaruhi orang untuk membeli produk yang diiklankan, iklan tersebut bisa dianggap gagal dalam mempromosikan produk tersebut.
Dari penjelasan tujuan dan fungsi periklanan diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa, sebuah iklan produk atau jasa dibuat dan dikomunikasikan kepada para konsumen untuk memperkenalkan produk atau jasa agar ada keterikatan emosional antara produk dan konsumen.
Jenis-jenis periklanan
Pada era sekarang, banyak sekali jenis-jenis advertising yang dapat Anda temukan. Semakin kesini periklanan atau advertising semakin variatif dan kreatif. Tetapi pada umumnya jenis-jenis advertising dapat dibagi menjadi 2, yaitu Above The Line (ATL) dan Below The Line (BTL). Entah darimana asalnya disebut ATL dan BTL, pada intinya kedua jenis advertising tersebut memiliki fungsi dan tujuan yang sama, hanya saja media yang digunakan berbeda.
1. Above The Line (ATL)
Pengertian above the line yaitu jenis advertising yang dilakukan lebih untuk menguatkan brand image dan brand awareness tanpa berinteraksi langsung dengan konsumen.
Tujuannya adalah untuk menarik perhatian konsumen sehingga produk dan brand lebih dikenal dan melekat diingatan konsumen.
Sangat cocok untuk produk dan brand baru karena cakupan dari jenis advertising ATL ini lebih luas daripada jenis lainnya. Media yang digunakan yaitu media televisi, media cetak, radio, baliho, billboard, spanduk, dan lain sebagainya.
2. Below The Line (BTL)
Pengertian below the line yaitu aktifitas advertising yang dilakukan secara langsung berinteraksi dengan konsumen. Jenis advertising ini lebih mengena dan sesuai dengan target pasar suatu produk.
Tujuan dari BTL adalah mengakuisisi konsumen potensial dari kompetitor dan menjaga konsumen lama agar tetap menggunakan produk atau jasa yang diiklankan
Media yang digunakan dalam advertising BTL ini lebih bersifat personal, seperti, email marketing, seminar-seminar, event, dan sponsorship.
